Friday, 14 June 2019
Monday, 11 June 2018
Download 30 Undangan Format Corel Draw Gratis Bisa Diedit
Salam sejahtera untuk kita semua. Bagaimana kabar para pembaca Menebar Benih-Benih Ilmu yang budiman, yang haus akan ilmu pengetahuan. Kali ini saya akan bagi-bagi contoh undangan dengan format corel draw (cdr) yang bisa temen-temen semua edit sesuka temen-temen. Ada 30 format undangan yang bisa temen-temen download secara gratis. Di bawah ini adalah salah satu contoh undangan yang saya bagikan.
Gambar 1. Bagian Depan
Gambar 2. Bagian Belakang
Silahkan tinggal klik kata yang bertuliskan DOWNLOAD di bawah ini.
Undangan 01 : DOWNLOAD
Undangan 02 : DOWNLOAD
Undangan 03 : DOWNLOAD
Undangan 04 : DOWNLOAD
Undangan 05 : DOWNLOAD
Undangan 06 : DOWNLOAD
Undangan 07 : DOWNLOAD
Undangan 08 : DOWNLOAD
Undangan 09 : DOWNLOAD
Undangan 10 : DOWNLOAD
Undangan 11 : DOWNLOAD
Undangan 12 : DOWNLOAD
Undangan 13 : DOWNLOAD
Undangan 14 : DOWNLOAD
Undangan 15 : DOWNLOAD
Undangan 16 : DOWNLOAD
Undangan 17 : DOWNLOAD
Undangan 18 : DOWNLOAD
Undangan 19 : DOWNLOAD
Undangan 20 : DOWNLOAD
Undangan 21 : DOWNLOAD
Undangan 22 : DOWNLOAD
Undangan 23 : DOWNLOAD
Undangan 24 : DOWNLOAD
Undangan 25 : DOWNLOAD
Undangan 26 : DOWNLOAD
Undangan 27 : DOWNLOAD
Undangan 28 : DOWNLOAD
Undangan 29 : DOWNLOAD
Undangan 30 : DOWNLOAD
Monday, 21 May 2018
Soal PAT Matematika MA/SMA/SMK
Soal Penilain Akhir Tahun (PAT) Madrasah Aliyah (MA)
Mata Pelajaran : Matematika Wajib.
Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah bentuk penilaian sumatif yang rutin dilakukan di sekolah/madrasah setelah siswa mempelajari semua Kompetensi Dasar dalam satu semester. PAT menjadi salah satu komponen penting dalam penentuan naik atau tidaknya siswa ke jenjang berikutnya. Oleh karena itu, bagi para siswa harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi PAT ini. Dengan mempelajari soal-soal tahun sebelumnya, maka diharapkan siswa memiliki gambaran mengenai soal yang akan ia hadapi ketika pelaksanaan PAT, khususnya soal matematika.
Bagi para pengajar matematika juga bisa bermanfaat untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi dirinya meningkatkan skill matematiknya, dan juga sebagai bahan belajar untuk siswa-siswanya. Bagi yang membutuhkannya, bisa langsung unduh soal-soal berikut dengan mengklik tautan di bawah ini.
Monday, 7 May 2018
Proposal Musholla
PROPOSAL RENOVASI MUSHOLLA AL-AMIN
DUSUN 4 GANG BUNEN RT 01 RW 09 DESA GEBANG KULON KECAMATAN GEBANG
KABUPATEN CIREBON 45191
A. Pendahuluan
Musholla merupakan salah satu sarana ibadah yang telah
ada di Indonesia sejak zaman Wali Sanga. Sunan Gunung Jati sebagai salah satu penyebar ajaran Islam di Indonesia memberikan perhatian yang lebih terhadap
eksistensi musholla, sampai-sampai beliau secara khusus mengamanatkan kepada
umat Islam pada saat itu dengan pesan “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”,
yang artinya “Saya titip tajug (musholla) dan fakir miskin”. Hal ini
dikarenakan musholla memiliki peranan yang strategis di masyarakat dalam
membentuk masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki peradaban,
sejahtera, dan berakhlakul-karimah. Sehingga keberadaan musholla sangat penting
untuk keberlangusngan masyarakat setempat agar masyarakat memiliki nilai-nilai
agama dan sosial berdasarkan tuntunan ajaran Islam yang kuat.
Musholla merupakan
pusat kegiatan peribadatan masyarakat muslim dalam lingkup yang lebih kecil
dari masjid. Musholla biasanya berada di dusun atau blok suatu Desa yang
memiliki imam tetap sekaligus sebagai pengurus yang bertanggung jawab terhadap
kegiatan-kegiatan peribibadatan, baik itu ibadah wajib seperti sholat lima
waktu berjama’ah maupun ibadah-ibadah sunnah, seperti solat tarawih, sholat hari
raya idul fitri, dan sholat hari raya idul adha. Selain itu musholla juga tempat
dilakukannya kegiatan-kegiatan peringatan hari-hari besar Islam, seperti
peringatan isra mi’raj, peringatan maulid nabi, peringatan tahun baru hijriyah
dan peringatan hari-hari besar Islam laninnya. Musholla dibangun atas dasar kebutuhan
masyarakat setempat untuk memenuhi rutinitas-rutinitas ibadah dan dibangun secara sukarelwan.
Kesadaran masyarakat gang Bunen Desa Gebang Kulon akan
sholat berjamaah di musholla dari tahun ke tahun kian meningkat, terutama
Sholat jam’aah tarawih yang rutin setiap bulan Romadon diadakan jumlah jama’ah
telah melebihi kapasitas yang ada. Bahkan, jam’ah sholat sampai menempati bagian luar
mushola, di teras mushola, dan teras rumah-rumah sekitar mushola. Hal ini
menunjukkna antusias warga yang begitu besar terhadap ibadah soholat berjama’ah.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, yang menjadi
permasalahan yang ada adalah musholla yang saat ini digunakan sudah kurang
nyaman lagi bagi para jam’aah untuk melakukan rutinitas ibadah berjamaah,
terutama ketika jam’ah yang hadir sangat
banyak. Para jama’ah yang ada di ruangan utama musholla merasa sangat panas
karena ruangan yang sempit dan fentilasi udara yang kurang. Sedangkan jama’ah yang
ada di luar terkadang merasa was-was, karena ketika mereka sedang sholat
tiba-tiba turun hujan.
Berdasarkan masalah di atas, maka Musholla
Al-Amin yang bertempat di Gang Bunen Desa Gebang Kulon perlu direnovasi. Keinginan
masyarakat untuk memiliki musholla yang representatif dan nyaman menjadi sebuah
harapan yang sangat ditunggu-tunggu oleh perngurus musholla pada khususnya dan
masyarakat Gang Bunen Desa Gebang Kulon pada umumnya, dan wagra masyarakat yang
melakukan ibadah di mushola merasa lebih nyaman dan khusyu.
Untuk mengunduh proposal mushola secara lengkap klik link di bawah ini:
Soal UM-PTKN
Apa itu UM-PTKIN....? UM-PTKIN merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri Islam. UM-PTKIN merupakan kependekan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Perlu rekan-rekan ketahui bahwa Perguruan Tinggi Negeri Islam (STAIN, IAIN, UIN) secara birokrasi berada di bawah naungan Kementrian Agama. Sedangkan perguruan tinggi umum berada di bawah naungan Kementrian Riset Tekonlogi dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti).
Terdapat tiga jalur masuk PTKIN, yaitu jalur SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional) UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), dan Ujian Mandiri. Perbedaannya adalah SPAN merupakan jalur prestasi akademik yang dilihat dari nilai raport kelas X s.d kelas XII semester ganjil. Bagi siswa-siswa yang ingin masuk melalui jalur SPAN, maka harus ada rekomendasi dari Madrasah, tidak bisa daftar sendiri tanpa ada rekom dari madrasah.
Siswa yang gagal masuk melalui jalur SPAN bisa masuk melalui jalur UM-PTKIN. Apa perbedaanya. Jika pada SPAN tanpa tes dan gratis, sedangkan melalui UM-PTKIN ada tesnya dan berbayar. Soal yang diujikan terbagi menjadi dua macam, yaitu tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Ujian UM-PTKIN diselenggarakan serentak secara nasional, dan peserta bisa memilih lokasi tes di PTKIN mana saja. Misalnya, Ahmad ingin daftar kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, si Ahmad boleh memilih lokasi tes di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Siswa yang gagal amsuk melalui jalur SPAN dan UM-PTKIN masih bisa mengikuti tes melalui jalur mandiri. Bedanya apa dengan UM-PTKIN...? Ujian Mandiri dilaksanakan oleh masing-masing perguruan tinggi, dan tidak berlaku secara nasional. Misalnya Siti ingin masuk UIN Sunan Gunung Djatdi Bandung, maka tes-nya di UIN Bandung, Jika Siti ingin masuk IAIN Cirebon, maka tes-nya ya di IAIN Cirebon. Informasi mengenai jalur mandiri bisa dilihat di website resmi kampus-kampus PTKIN.
Bagi temen-temen yang membutuhkan soal UM-TKIN, bisa temen-temen unduh melalui link di bawah ini:.................................Soal akan saya upload beberapa jam kumudian :)
Sunday, 28 January 2018
Matematika Ajaib
MENGETAHUI ISI HATI DENGAN MATEMATIKA
Rifa baru saja mendapatkan ilmu bisa
menebak hati seseorang dengan matematika dari ayahnya. Kali ini Rifa ingin
mempraktekan ilmu yang baru didapatnya itu kepada adiknya, Fiyya dan temannya,
Gina.
Hai Fiyya, hai Gina, tau tidak saya bisa mengetahui isi hati kalian
berdua. Spontan Fiyya dan Gina terlihat takjub mendengar apa yang dikatakan
Rifa. Wah hebat benar kamu Rifa, emang bisa? Tanya Gina. Ilmu apaan tuh? Lanjut
fiyya. Tentu saja bisa, jawab Rifa. Oke, begini ya, coba kalian simpan satu
angka di dalam hati, nanti saya akan mengetahui angka yang kalian simpan. Langsung
saya coba aja ya. Rifa memulai mengajukan pertanyaan kepada Gina dan Fiyya.
Sesi I
Rifa :
Silahkan kalian simpan satu angka di dalam hati. Sudah kalian simpan?
Gina dan Fiyya : Sudah.
Rifa :
Kalikan angka yang kalian simpan dengan 2. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya : Sudah.
Rifa :
Tambahkan dengan angka yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
hitung?
Gina dan Fiyya :
Sudah.
Rifa :
Bagikan dengan angka yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
hitung?
Gina dan Fiyya :
Sudah.
Rifa :
Hasilnya adalah 3. Betul kan?
Gina dan Fiyya :
Wah ternyata benar.
Gina :
Emangnya angka berapa yang kamu simpan Fiyya?
Fiyya : Saya tadi di dalam hati menyimpan angka 4.
Tadikan Kak Rifa bilang
kalikan dengan 2, ditambah dengan angka yang
pertama disimpan,
dan dibagi
dengan angka yang pertama disimpan,
kalau kita hitung:
4
2 = 8
8 + 4 =
12
12 : 4 = 3
Gina kamu tadi di dalam hati menyimpan angka
berapa?
Gina :
Saya di dalam hati menyimpan angka 5. Tadi kan Rifa bilang kalikan
dengan 2, ditambah dengan angka yang pertama disimpan
(5), dan dibagi dengan angka yang
pertama disimpan (5), kalau kita hitung jadi:
5
2 = 10
10 + 5
= 15
15 : 5 = 3
Rifa kembali menguji
mereka.
Sesi II
Rifa :
Silahkan kalian simpan satu angka di dalam hati. Sudah kalian simpan?
Gina dan Fiyya : Sudah.
Rifa :
Kalikan angka yang kalian simpan dengan 3. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya : Sudah.
Rifa :
Tambahkan dengan angka yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
hitung?
Gina dan Fiyya :
Sudah.
Rifa :
Bagikan dengan angkan yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
hitung?
Gina dan Fiyya :
Sudah.
Rifa :
Dikurangi 4. Sudah kaliang hitung?
Gina dan Fiyya :
Sudah.
Rifa :
Ditambah 5. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya :
Sudah.
Rifa :
Dibagi 5. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya :
Sudah
Rifa :
Hasilnya adalah 1. Betul kan?
Gina dan Fiyya :
Wah ternyata betul. Rifa bisa mengetahui isi hati kita.
Gina :
Emangnya angka berapa yang kamu simpan Fiyya?
Fiyya :
Saya di dalam hati menyimpan angka 6. Tadik Kak Rifa bilang, kalikan
dengan 3, ditambah dengan angka yang pertama
disimpan, dan dibagi
dengan angka yang pertama disimpan, dikurangi 4,
ditambah 5, dan
dibagi dengan
5, jadi, kalau kita hitung:
6
3 = 18
18 + 6 = 24
24 : 6
= 4
4 – 4 = 0
0 + 5 = 5
5 : 5 = 1
Gina
kamu tadi di dalam hati menyimpan angka berapa?
Gina :
Saya di dalam hati menyimpan angka 3. Tadi Rifa bilang kalikan
dengan 3, ditambah dengan angka yang pertama
disimpan (5), dan
dibagi dengan angka yang pertama disimpan (5), dikurangi
4, ditambah
5, dan dibagi dengan 5, kalau kita hitung
jadi:
3
3 = 9
9 + 3
= 12
12 : 3 = 4
4 – 4 = 0
0 + 5 = 5
5 : 5 = 1
Wah
ternyata Rifa bisa menebak isi hati seseorang yah, saya jadi pingin bisa deh
kaya Rifa. Boleh tidak kamu kasih tahu caranya ke kita, Rifa? Ini pasti ada
caranya kan? Tanya Gina. Oh iya, boleh saya kasih tahu caranya.
Begini,
dalam operasi perkalian, penjumlahan, dan pembagian bilangan asli, bila
dilakukan perhitungan secara berurutan (x, +, :) ternyata hasil akhirnya
memiliki pola n + 1. Dimana n adalah bilangan yang dikalikan pada
bilangan asli.
Perhatikan operasi bilangan yang tadi kalian simpan
dengan n yang saya ambil adalah 2
(n = 2) sebagai berikut.
Bilangan yang disimpan Fiyya adalah 4
4
2 = 8
8 + 4 = 12
12 : 4 = 3
Bilangan yang disimpan Fiyya adalah 5
5
2 = 10
10 + 5 = 15
15 : 5 = 3
Ternyata hasilnya sama-sama 3, yaitu n + 1 = 2
+ 1 = 3
Saya contohkan bilangan yang lainnya.
Untuk n = 3
4
3 = 12
12 + 4 = 16
16 : 4 = 4
Untuk n = 4
4
4 = 16
16 + 4 = 20
20 : 4 = 5
Dengan
demikian jika sebarang bilangan
dikalikan dengan sebarang bilangan asli n,
dan hasilnya adalah m1, m1 ditambah
dan hasilnya adalah m2, m2 dibagi
hasilnya adalah m3 dimana m3
= n + 1
Jadi,
secara umum hasil operasi bilangan tersebut memiliki pola n + 1. Adapun
algortima dasarnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Jika suatu bilangan asli:
xn
= m1 …………………….I
m1 +
= m2 ………………….II
m2 :
= m3 ………..................III
dan m3 = n + 1
Ohh
jadi Cuma 3 langkah ya kak? Kali, tambah, dan bagi? Betul sekali Fiyya.
Bagaimana dengan pertanyaan kaka pada sesi II, kan di situ kakak sampai 6
langkah, ada operasi pengurangannya juga. Ooh, tetap pada dasarnya sama tiga
langkah, yaitu operasi perkalian, penjumlahan, dan dan pembagian secara berurutan.
Setelah itu sebetulnya kita menghitung bersama-sama.
Misalnya
pada sesi II, ketika saya bilang kalikan dengan 3, saya sudah tahu nanti
hasilnya pasti 4. Akan tetapi, setelah kalian melakukan operasi perkalian,
penjumlahan, dan pembagian secara beurutan, saya tambahkan lagi
hitung-hitungannya, yaitu 4 – 4 = 0, 0 + 5 = 5, dan 5 : 1 = 1. Jadi hitung-hitungan
setelah operasi perkalian, penjumlahan, dan pembagian yang pertama meruapkan
tamabahan saja. Oke, sekian dan terimakasih.
Monday, 28 August 2017
BIOGRAFIKU
MUNAJI, M.Pd
Nama
lengkap penulis adalah Munaji anak keenam dari 7 bersaudara dari pasangan Bapak Hasim
dan Ibu Sutri. Lahir pada tanggal 4 Juli 1983 di Kampung Cibogo RT 05 RW 06
Kel. Argasunya Kec. Harjamukti Kota Cirebon. Saat ini telah berkeluarga dengan istri yang bernama Maftukah, dan dikaruniai satu orang anak bernama Rifa
Salsabila.
Pendidikan formal yang pernah ditempuh
yaitu tahun 1996 lulus dari SDN Silih Asah I Kota Cirebon. Setelah lulus dari
SD, tidak langsung melanjutkan ke jenjang SMP/MTs dikarenakan keterbatasan
biaya. Pada tahun 1998 masuk ke Pondok Pesantren Al-Shighor Gedongan Cirebon
sebagai khodim (santri sekaligus
bantu-bantu pekerjaan pesantren) dan melanjutkan pendidikan formal dengan biaya
sepenuhnya dari pondok pesantren. Tahun
2001 lulus Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manba’ul Hikmah Gedongan Cirebon,
pada tahun 2004 lulus Madrasah Aliyah (MA) Manba’ul Hikmah Gedongan Cirebon. Setelah
lulus MA tidak langsung menlajutkan ke perguruan tinggi, juga karena
keterbatasan biaya, baru pada tahun 2006 masuk ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan
mengambil program studi Tadris Matematika, dan lulus pada tahun 2010. Sedangkan
pendidikan nonformal yang pernah ditempuh, setelah selesai mempelajari Al-Qur’an
dengan bapaknya, kemudian melanjutkan belajar ilmu-ilmu agama kepada Kiyai
Bidin Cibogo tahun 1994 – 1995, tahun 1995 – 1997 di Pondok Pesantren Cibogo
di bawah asuhan Kiyai Mu’in sebagai santri kalong. Tahun 1998 – 2005 di Pondok Pesantren
Al-Shighor Gedongan Kab. Cirebon di bawah asuhan K.H. Bisyri Imam.
Aktivitas
penulis semenjak lulus MA, walaupun
belum sarjana namun sudah mulai mengajar matematika, mulai dari tingkat SD/MI,
SMP/MTs hingga tingkat SMA/MA pernah dilakoninya. Selain mengajar matematika
penulis juga pernah konsen dalam pengajaran Bahasa Arab dan kitab kuning. Saat
ini penulis adalah guru bidang studi matematika di MA Bina Cendekia Kab.
Cirebon.
Karya
tulis ilmiah yang pernah dipresentasikan dalam seminar internasional selama
penulis menjadi mahasiswa di Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI adalah sebagai
berikut: (1) Improving Mathematical Literacy of Elementary School Student throught
Scientific Approach yang diselenggarakan oleh ICONBEC-2 (International
Conference on Basic Education and Early Childhood 2) UPI Serang 2017; (2) Curriculum Islamic
Boarding School Disemination for Sustainable Cross Cultural Education
Development yang diselenggarakan oleh SPs UPI berkerjasama dengan
Universitas Nasional Malaysia dalam ICERD 2016 (International conference on
education and regional development 2016) .
Thursday, 24 August 2017
Thursday, 5 January 2017
RPP Matematika MA/SMA/SMK
Pengertian dan Kompoen RPP
Menurut Permendikbud no. 65 tahun 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Komponen RPP terdiri atas:
a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c. kelas/semester;
d. materi pokok;
e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik
dan KD yang akan dicapai;
j. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m. penilaian hasil pembelajaran.
Prinsip Penyusunan RPP
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Perbedaan individual peserta didikantara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
b. Partisipasi aktif peserta didik.
c. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
d. Pengembangan budaya membaca dan menulisyang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjutRPP memuat rancangan
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
f. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduanantara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
g. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h. Penerapan teknologi informasi dan komunikasisecara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Nah bagi bapa ibu guru, khususnya guru matematika MA/SMA/SMK yang membutuhkan RPP matematika bisa langsung unduh disini.
Kelas X
Semester Ganjil
1. SPL dan Nilai Mutlak
1. SPL dan Nilai Mutlak
3. Fungsi
4. Fungsi Komposisi dan Invers Fungsi
5. Fungsi Invers
Semester Genap
6. Pengukuran Sudut
7. Perbandingan Trigonometri
8. Sudut Berelasi
9. Identitas Trigonometri
10. Aturan Sinus dan Cosinus
11. Grafik Fungsi Trigonometri
Kelas XI MIA/IIS
Semester Ganjil
1. Program Linear
2a. Fungsi Invers
2b. Fungsi Komposisi
3. Determinan dan Invers Matriks
4. Persmaan Garis Lurus
5. Aturan Sinus dan Cosinus
6. Deret Tak Hingga
Semoga bermanfaat.
Cara mengunduh : Klik file yang akan diunduh. File akan dibuka dalam google doc. Setelah terbuka filenya, klik menu file, pilih unduh sebagai, selanjutnya pengunjung dapat mengunduh file dalam berbagai bentuk seperti MS Ofifice, PDF dan lain-lain.
Untuk Pengembangan Blog yang lebih baik bagi para pengunjung dipersilahkan untuk mendonasikan pulsa seikhlasnya ke nomor 082126943122.
Trmksh.
4. Fungsi Komposisi dan Invers Fungsi
5. Fungsi Invers
Semester Genap
6. Pengukuran Sudut
7. Perbandingan Trigonometri
8. Sudut Berelasi
9. Identitas Trigonometri
10. Aturan Sinus dan Cosinus
11. Grafik Fungsi Trigonometri
Kelas XI MIA/IIS
Semester Ganjil
1. Program Linear
2a. Fungsi Invers
2b. Fungsi Komposisi
3. Determinan dan Invers Matriks
4. Persmaan Garis Lurus
5. Aturan Sinus dan Cosinus
6. Deret Tak Hingga
Semoga bermanfaat.
Cara mengunduh : Klik file yang akan diunduh. File akan dibuka dalam google doc. Setelah terbuka filenya, klik menu file, pilih unduh sebagai, selanjutnya pengunjung dapat mengunduh file dalam berbagai bentuk seperti MS Ofifice, PDF dan lain-lain.
Untuk Pengembangan Blog yang lebih baik bagi para pengunjung dipersilahkan untuk mendonasikan pulsa seikhlasnya ke nomor 082126943122.
Trmksh.
Saturday, 10 December 2016
Menebak Hari Ulang Tahun
Suatu hari Rifa dan Ayahnya sedang berbincang-bincang ringan mengenai hari ulang tahun mereka. Kebetulan saat itu Rifa baru saja melakukan syukuran hari ulang tahunnya yang ke-3. Syukuran dirayakan dengan sangat sederhana. Yang Penting dirayaiin, katanya. Ulang tahun Rifa yang ke-3 jatuh pada hari Kamis, 1 Desember 2016. Tiba-tiba muncul pertanyaan yang menggelitik dari seorang anak usia tiga tahun itu, yaitu Rifa Salsabila.
Ayah....! tahun depan ulang tahun Rifa hari apa ya?
Sejenak ayahnya terpaku mendengar pertanyaan dari anaknya itu. Hemm.... bagus juga pertanyaanmu itu nak. Oke, ayah akan jawab pertanyaanmu dengan matematika. Lah ko bisa dengan matematika? tanya Rifa. Oh iya tentu bisa, jawab si ayah. Sebentar ya ayah hitung dulu.....hemmm, ayah tahu jawabnnya.
Tahun depan ulang tahunmu jatuh pada hari Jum'at nak.
Ko bisa tahu, ayah tahun dari mana? Bukan dari ngarang-ngarang kan? penasaran. Ya enggalah, coba aja buktikan kebenarannya dengan melihat kalender. Setelah dicek bersama-sama ternyata benar, Tanggal 1 Desember 2017 jatuh pada hari Jum'at. Ayah, Rifa mau tahun dong caranya bagaimana sampai bisa menebak hari ulang tahun seseorang. Oke, ayah jelaskan.
Dalam satu minggu cuma ada 7 hari. Nah, karena ulang tahun, berarti 1 tahun pas. 1 tahun = 365 hari. Kita tinggal hitung saja 365 : 7 = 52 sisanya 1. Sisanya ini yang kita jadikan patokan. Satu hari setelah hari Kamis adalah hari Jum'at. Jadi ulang tahun Rifa tahun depan jatuh pada hari Jum'at.
Tapi ingat ya, dalam hitungan tahun, ada yang disebut dengan tahun kabisat, yaitu tahun dimana bulan februari teridri dari 29 hari. Tahun kabisat terjadi setiap 4 tahun sekali. Jadi, kalo pas tahun kabisat 1 tahun = 366 hari. Tahun kabisat terakhir terjadi pada tahun 2016 ini.
Ini bisa juga untuk tebak-tebakan lho. Misalnya, hari ini hari minggu. Jatuh pada hari apakah 2000 hari yang akan datang? kamu pasti bisa menjawabnya.
MASALAH-MASALAH MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
KELAS 1
Masalah 1 : Pengurangan
Siswa kelas 1 SD telah mempelajari operasi hitung penjumlahan dan
pengurangan bilangan asli satu angka. Berdasarkan hasil observasi lapangan, untuk
penjumlahan siswa dapat melakukannya dengan benar. Berbeda dengan pengurangan,
banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan pengurangan.
Contoh Pengurangan : 9 – 2 = …..
Masalah 2 : Bilangan Ganjil dan Genap
Bilangan ganjil
dan bilangan genap merupakan salah satu materi yang susah di pahami di kelas 1
SD. Bialangan genap adalah bilangan yang habis dibagi dua. Bilangan ganjil
adalah bilangan yang tidak habis dibagi 2. untuk memahami bilangan yang habis
dibagi dua guru mengalami kesulitan, dikarenakan pada kelas 1 SD belum mengenal
pembagian. Oleh karenanya guru harus memberikan contoh-contoh yang lebih
konkrit.
KELAS 2
Masalah 1 : Penjumlahan dengan teknik penyimpanan
Siswa kelas 2 SD banyak mengalami kesulitan dalam menjumlahkan
bilangan dengan teknik penyimpanan. Contoh penjumlahan dengan teknik menyimpan
: 4 + 15 = …
Masalah 2 : Pembagian
Sama halnya dengan pembagian. Siswa tidak dapat melakukan operasi
pembagian dasar bilangan yang terdiri dua angkan dibagi bilangan satu angka.
Contoh pembagian 12 : 4 = …..
KELAS 3
Masalah 1 : Penjumlahan dua bilangan tiga angka dengan teknik
penyimpanan
Permasalahan yang
dihadapi anak kelas 3 SD dalam menjumlahkan dua bilangan dengan teknik
penyimpanan adalah bagimana mereka dapat secara abstrak menyimpan angka dari
penjumlahan yang menghasilkan bilangan 10 ke atas. Sedangkan menurut teori
perkemabangan, anak kelas 3 SD masih pada taraf berfikir operasional konkrit
Masalah 2 : Pengurangan tiga angka dengan dua angka
Permasalahan yang dihadapi anak kelas 3 SD dalam mengurangkan tiga
bilangan dengan dua bilangan dengan teknik meminjam adalah bagimana mereka
dapat secara abstrak meminjam angka ketika terdapat pengurangan angka yang
lebih besar dari yang dikuranginya. Sedangkan menurut teori perkemabangan, anak
kelas 3 SD masih pada taraf berfikir operasional konkrit
KELAS 4
Masalah 1: KPK dan FPB
Permasalahan yang
dihadapi kelas 4 SD dalam mencari KPK adalah menentukan faktor prima dari KPK
tersebut. Sedangkan pada FPB siswa kesulitan menentukan bilangan positif
terbesar yang dapat membagi kedua bilangan tersebut.
Masalah 2 : Pengukuran Waktu
Permasalahan yang
dihadapi anak kelas 4 SD dalam memahami pengukuran waktu dikarenkan kompleksnya
materi dan harus memahami materi-materi prasyarat seperti penjumlahan
pengurangan, perklalian dan juga pembagian.
KELAS 5
Masalah 1 : Pengukuran Sudut
Konsep pengukuran
sudut masih menjadi materi yang sulit dipahami oleh siswa kelas 5 Sekolah
Dasar. Kesulitan ini disebabkan oleh sifat dari materi pengukuran yang abtrak.
Hanya bisa dilihat bila menggunakan alat atau benda. Namun, sayangnya sekolah
tidak mempunyai media yang cukup unutk memahamkan materi sudut.
Masalah 2 : Pengukuran Berat
Pengukuran berat
sama halnya dengan sudut, termasuk materi yang sulit dipahami siswa. Selain
media pembelajaran yang kurang memadai, materi pengukuran memerlukan penguasaan
konsep-konsep materi yang banyak tercakup di dalamnya, seperti operasi hitung
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
KELAS 6
Masalah 1 : KPK dan FPB
Permasalahan yang muncul dalam memahami KPK dan FPB adalah mereka
sebetulnya mampu mefaktorkan bilangan dengan cara faktorisasi prima. Namun
setelah difaktorkan, mereka tidak dapat menentukan mana yang harus diambil
untuk menentukan KPK atau FPB.
Masalah 2 : Operasi hitung campuran
Dalam menghitung operasi hitung campuran beberapa masalah
yang muncul adalah: pertama, tidak dapat memahami urutan pengerjaan
operasi sesuai sifat-sifat operasi hitung campuran. Seperti bila ada operasi
penjumlahan dan perkalian maka perkalian harus didahulukan karena operasi
perkalian lebih kuat dari operasi penjumahan. Kedua, materi prasyarat
yang belum sepenuhnya dipahami. Seperti dalam operasi hitung pengurangan yang
selalu mengalami kendala dalam perhitungannya.
Thursday, 26 November 2015
Ujian Tengah Semester (UTS)
Ujian tengah semester adalah ters formatif yang diadakan setelah melakukan pertemuan 8 - 9 kali minggu efektif. Tentu para guru harus membuat soal UTS, rasa males, ga ada waktu, sibuk, atau ada hal lain yang lebih penting bisa dialami setiap guru. Dari alasan-alasan tadi alasan mana ayo yang paling banyak guru alami? Males kebanyakan sih, hehe. Nah, pada kesempatan kali ini saya mau berbagi soal UTS Ganjil Khusus mapel Matematika SMA/MA nih. Khusus untuk kelas X yang sekolahnya sudah menerapkan kurikulum 2013 bisa dipakai untuk SMK tuh. Tapi jangan lupa bapak/ibu guru yang terhormat harus teliti dulu ya semua butir soalnya, coz barang kali ada kesalahan. heheh, Munaji juga manusia.
Untuk men-Download Sosla UTS Matematika SMA/MA silahkan langsung aja klik ling di bawah ini:
UTS-Ganjil-10-IIS
UTS-Ganjil-10-MIA
UTS-Ganjil-XI-MIA
UTS-Ganjil-XI-IIS
UTS-Ganjil-XI-IPS
UTS-Ganjil-XI-IPA
UTS-Ganjil-XII-IPS
UTS-Ganjil-XII-IPA
Semoga bermanfaat
Untuk men-Download Sosla UTS Matematika SMA/MA silahkan langsung aja klik ling di bawah ini:
UTS-Ganjil-10-IIS
UTS-Ganjil-10-MIA
UTS-Ganjil-XI-MIA
UTS-Ganjil-XI-IIS
UTS-Ganjil-XI-IPS
UTS-Ganjil-XI-IPA
UTS-Ganjil-XII-IPS
UTS-Ganjil-XII-IPA
Semoga bermanfaat
Kebutuhan Sosial
KEBUTUHAN SOSIAL
Manusia hidup di dunia ini saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.
Manusia tidak bisa hidup sendirian. Siapapun orangya pasti dia butuh interaksi dengan orang
lain untuk memperoleh apa yang dicapainya. Begitu juga dengan seorang bayi. Dia
membutuhkan orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya untuk bisa mengembangkan potensi
bawaanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nasution “seorang bayi tidak akan mungkin hidup
serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain
yang tak terhitung jumlahnya”. Oleh karena itu “mencari hubungan dengan orang lain adalah
dorongan yang wajar pada tiap anak”.
Sekolah seharusnya dapat membentuk anak menjadi makhluk sosial. Apabila sekolah
telah benar-benar memberikan ruang kepada anak sesuai dengan kebutuhannya sebagai
makhluk sosial maka artinya sekolah telah memberikan fungsinya dengan amat baik. Kurikulum
sebagai alat pengembangan sekolah di era sekarang ini sudah banyak memberikan kesempatan
kepada anak untuk bisa bersosialisasi dengan baik. Melalui model-model pembelajaran yang
inovatif dan suasana sekolah yang demokratis, anak-anak dapat bekerjasama, saling
menghargai, memberikan pendapat dan proses-proses interaksi sosial lainnya sehingga sekolah
benar-benar sebagai suatu masyarakat tempat dimana murid-murid mempraktikkan hak dan
kewajibannya. Apabila seseorang dapat berintekasi sosial dengan baik maka artinya salah satu
kebutuhannya telah terpenuhi dan dia akan lebih bahagian daripada anak yang kurang dapat
berinteraksi dengan baik. Dikutip dari Nasution bahwa “kebahagiaan seseorang dalam
kehidupan dan jabatannya bukanalah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya, melainkan
terutama oleh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.
KEBUTUHAN
Beberapa kebutuhan yang dimiliki setiap anak adalah sebagai berikut:
1. Survvival, kebutuahn fisiologis, dan kebutuhan untuk hidup.
2. Security, atau rasa aman
3. Love and belonging, kebutuhan akan cinta kasih
4. Self-esteem, kebutuhan akan harga diri
5. Self-actualization, kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh
(S. Nasution : 105)
Dari kebutuhan-kebutuhan di atas, yang paling tinggi adalah self-actualization yakni
menemukan identitasnya.
Berangkat dari kebetuhan-kebutuhan di atas, maka lingkungan sekolah seyogyanya
dapat memenuhi kebutuhan-kebutuahan tersebut, karena apabila kebetuhannya dipenuhi
maka anak akan lebih berhasil dalam belajarnya.
PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
Perkembangan intelektual menurut Piaget secara garis besarnya sebagai berikut :
1. Fase senso-motoris (bayi – 2 tahun), kemampuan intelektualnya berupa gerak refleks,
koordinasi tangan – mulut, koordinasi tangan mata, koordinasi pengamatan alat indra
(sensory) dan gerakan (motoris), mencari benda yang diambil dari penglihatannya,
melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuan.
2. Fase-praoperasional (2 – 7 tahun), kemampuan intelektualnya berupa memecahkan masalah
dengan pemikirannya, perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 – 4 tahun), pikiran
dan bahasa bersifat egosentris, subjektif, hanya dari pandangannya sendiri, orientasi
menurut bagaimana ia melihat sesuatu, mengetahui tangan kanannya, akan tetapi bukan
tangan kanan orang yang menghadapinya, padangan animistis, memnadang benda mati
seperti makhluk hidup, misalnya matahari tidur, mengaacaukan khayal dan kenyataan.
3. Fase operasional konkrit (7 – 11 tahun), kemampuan intelktualnya berupa memahami
reversibilitas, misalnya volume air tetap, walaupun bentuk bejana berbeda; mulai dapat
berpikir mengenai masalah konkrit, berpikir sambil memanipulasi benda; masih belum dapat
memecahkan masalah verbal yang agak kompleks.
Sedangkan menurut John W. Santrock (2011 : 329), pada tahap ini anak telah dapat bernalar
logis sejauh penalaran itu diaplikasikan pada contoh-contoh spesifikasi atau konkrit.
Karakteristik lainnya dari fase ini ialah dapat mengklasifikasikan benda ke dalam perangkat-
perangkat atau subperangkat.
4. Fase operasional formal (11 – 15 tahun), kemampuan intelektualnya berupa mengidentifikasi
masalah secara logis, termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan;
telah dapat menganalisis cara-cara berpikir, pemikiran formal masih egosentris dalam arti
masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan.
(S. Nasution : 113).
PERKEMBNGAN SOSIAL-EMOSIONAL
Perkembangan emosional fokusnya kepada perubahan seseorang dari bergantung
kepadada orang lain menjadi tidak bergantung kepada orang lain atau mandiri, dari
perhatiannya tertuju hanya untuk diri sendiri menjadi memberi perhatian kepada orang lain.
Sedangkan dalam perkembangan soaialnya, mula-mula seorang anak hanya menaruh
perhatiannya untuk dirinya sendiri. Pada usia SD, ia berangsur angsur menaruh perhatiannya
kepada orang lain. Ia mulai mengikat tali persahabatan dengan teman-teman lain,
mempengaruhi orang lain, dan terus memperluas cakupan persahabatan namun perhatiannya
masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga.
Lambat laun dan selama menjelang pubertas, jalinan persahabatannya dengan teman-
teman sebaya semakin kuat. Pengaruh teman-temannya bahkan dapat lebih kuat dari pengaruh
orang tuanya. Selama masa ini anak mulai krisis identitas. Ia mulai bertanya pada dirinya, “Siapa
saya? Siapa dia?.
Kurikulum sekolah hendaknya membantu masa transisi sosial anak, melepaskan
ketergantungan kepada keluarga dan teman sebayanya untuk menjadi sosk yang mandiri
menuju kedewasaan.
PERKEMBANGAN MORAL
Perkembangan moral mengikuti tahapan tertentu secara runtut, tidak mungkin
melompati salah satu tahap. Adapun tahapnnya adalah sebagai berikut:
1. Prs-konvensional
Pada tingkatan ini anak telah dapat merespon terhadap aturan dan lingkungan akan
tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran
dan pujian yang ditentukan oleh yang memegang otoritas
a. Orientasi hukuman dan kepatuhan
b. Orientasi instrumental
Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman akibat fisik baginya yang
menyakitkan atau menyenangkan. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan
kepatuhan.
Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau bagi orang lain. Bahkan kita
berbuat baik agar orang lain berbuat baik pula kepada kita. Berbuat baik merupakan
instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain.
Manusia hidup di dunia ini saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.
Manusia tidak bisa hidup sendirian. Siapapun orangya pasti dia butuh interaksi dengan orang
lain untuk memperoleh apa yang dicapainya. Begitu juga dengan seorang bayi. Dia
membutuhkan orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya untuk bisa mengembangkan potensi
bawaanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nasution “seorang bayi tidak akan mungkin hidup
serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain
yang tak terhitung jumlahnya”. Oleh karena itu “mencari hubungan dengan orang lain adalah
dorongan yang wajar pada tiap anak”.
Sekolah seharusnya dapat membentuk anak menjadi makhluk sosial. Apabila sekolah
telah benar-benar memberikan ruang kepada anak sesuai dengan kebutuhannya sebagai
makhluk sosial maka artinya sekolah telah memberikan fungsinya dengan amat baik. Kurikulum
sebagai alat pengembangan sekolah di era sekarang ini sudah banyak memberikan kesempatan
kepada anak untuk bisa bersosialisasi dengan baik. Melalui model-model pembelajaran yang
inovatif dan suasana sekolah yang demokratis, anak-anak dapat bekerjasama, saling
menghargai, memberikan pendapat dan proses-proses interaksi sosial lainnya sehingga sekolah
benar-benar sebagai suatu masyarakat tempat dimana murid-murid mempraktikkan hak dan
kewajibannya. Apabila seseorang dapat berintekasi sosial dengan baik maka artinya salah satu
kebutuhannya telah terpenuhi dan dia akan lebih bahagian daripada anak yang kurang dapat
berinteraksi dengan baik. Dikutip dari Nasution bahwa “kebahagiaan seseorang dalam
kehidupan dan jabatannya bukanalah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya, melainkan
terutama oleh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.
KEBUTUHAN
Beberapa kebutuhan yang dimiliki setiap anak adalah sebagai berikut:
1. Survvival, kebutuahn fisiologis, dan kebutuhan untuk hidup.
2. Security, atau rasa aman
3. Love and belonging, kebutuhan akan cinta kasih
4. Self-esteem, kebutuhan akan harga diri
5. Self-actualization, kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh
(S. Nasution : 105)
Dari kebutuhan-kebutuhan di atas, yang paling tinggi adalah self-actualization yakni
menemukan identitasnya.
Berangkat dari kebetuhan-kebutuhan di atas, maka lingkungan sekolah seyogyanya
dapat memenuhi kebutuhan-kebutuahan tersebut, karena apabila kebetuhannya dipenuhi
maka anak akan lebih berhasil dalam belajarnya.
PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
Perkembangan intelektual menurut Piaget secara garis besarnya sebagai berikut :
1. Fase senso-motoris (bayi – 2 tahun), kemampuan intelektualnya berupa gerak refleks,
koordinasi tangan – mulut, koordinasi tangan mata, koordinasi pengamatan alat indra
(sensory) dan gerakan (motoris), mencari benda yang diambil dari penglihatannya,
melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuan.
2. Fase-praoperasional (2 – 7 tahun), kemampuan intelektualnya berupa memecahkan masalah
dengan pemikirannya, perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 – 4 tahun), pikiran
dan bahasa bersifat egosentris, subjektif, hanya dari pandangannya sendiri, orientasi
menurut bagaimana ia melihat sesuatu, mengetahui tangan kanannya, akan tetapi bukan
tangan kanan orang yang menghadapinya, padangan animistis, memnadang benda mati
seperti makhluk hidup, misalnya matahari tidur, mengaacaukan khayal dan kenyataan.
3. Fase operasional konkrit (7 – 11 tahun), kemampuan intelktualnya berupa memahami
reversibilitas, misalnya volume air tetap, walaupun bentuk bejana berbeda; mulai dapat
berpikir mengenai masalah konkrit, berpikir sambil memanipulasi benda; masih belum dapat
memecahkan masalah verbal yang agak kompleks.
Sedangkan menurut John W. Santrock (2011 : 329), pada tahap ini anak telah dapat bernalar
logis sejauh penalaran itu diaplikasikan pada contoh-contoh spesifikasi atau konkrit.
Karakteristik lainnya dari fase ini ialah dapat mengklasifikasikan benda ke dalam perangkat-
perangkat atau subperangkat.
4. Fase operasional formal (11 – 15 tahun), kemampuan intelektualnya berupa mengidentifikasi
masalah secara logis, termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan;
telah dapat menganalisis cara-cara berpikir, pemikiran formal masih egosentris dalam arti
masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan.
(S. Nasution : 113).
PERKEMBNGAN SOSIAL-EMOSIONAL
Perkembangan emosional fokusnya kepada perubahan seseorang dari bergantung
kepadada orang lain menjadi tidak bergantung kepada orang lain atau mandiri, dari
perhatiannya tertuju hanya untuk diri sendiri menjadi memberi perhatian kepada orang lain.
Sedangkan dalam perkembangan soaialnya, mula-mula seorang anak hanya menaruh
perhatiannya untuk dirinya sendiri. Pada usia SD, ia berangsur angsur menaruh perhatiannya
kepada orang lain. Ia mulai mengikat tali persahabatan dengan teman-teman lain,
mempengaruhi orang lain, dan terus memperluas cakupan persahabatan namun perhatiannya
masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga.
Lambat laun dan selama menjelang pubertas, jalinan persahabatannya dengan teman-
teman sebaya semakin kuat. Pengaruh teman-temannya bahkan dapat lebih kuat dari pengaruh
orang tuanya. Selama masa ini anak mulai krisis identitas. Ia mulai bertanya pada dirinya, “Siapa
saya? Siapa dia?.
Kurikulum sekolah hendaknya membantu masa transisi sosial anak, melepaskan
ketergantungan kepada keluarga dan teman sebayanya untuk menjadi sosk yang mandiri
menuju kedewasaan.
PERKEMBANGAN MORAL
Perkembangan moral mengikuti tahapan tertentu secara runtut, tidak mungkin
melompati salah satu tahap. Adapun tahapnnya adalah sebagai berikut:
1. Prs-konvensional
Pada tingkatan ini anak telah dapat merespon terhadap aturan dan lingkungan akan
tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran
dan pujian yang ditentukan oleh yang memegang otoritas
a. Orientasi hukuman dan kepatuhan
b. Orientasi instrumental
Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman akibat fisik baginya yang
menyakitkan atau menyenangkan. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan
kepatuhan.
Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau bagi orang lain. Bahkan kita
berbuat baik agar orang lain berbuat baik pula kepada kita. Berbuat baik merupakan
instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)




