Monday, 11 June 2018

Download 30 Undangan Format Corel Draw Gratis Bisa Diedit

       Salam sejahtera untuk kita semua. Bagaimana kabar para pembaca Menebar Benih-Benih Ilmu yang budiman, yang haus akan ilmu pengetahuan. Kali ini saya akan bagi-bagi contoh undangan dengan format corel draw (cdr) yang bisa temen-temen semua edit sesuka temen-temen. Ada 30 format undangan yang bisa temen-temen download secara gratis. Di bawah ini adalah salah satu contoh undangan yang saya bagikan.

 Gambar 1. Bagian Depan
Gambar 2. Bagian Belakang

Silahkan tinggal klik kata yang bertuliskan DOWNLOAD di bawah ini.

Undangan 01 : DOWNLOAD
Undangan 02 : DOWNLOAD
Undangan 03 : DOWNLOAD
Undangan 04 : DOWNLOAD
Undangan 05 : DOWNLOAD
Undangan 06 : DOWNLOAD
Undangan 07 : DOWNLOAD
Undangan 08 : DOWNLOAD
Undangan 09 : DOWNLOAD
Undangan 10 : DOWNLOAD
Undangan 11 : DOWNLOAD
Undangan 12 : DOWNLOAD
Undangan 13 : DOWNLOAD
Undangan 14 : DOWNLOAD
Undangan 15 : DOWNLOAD
Undangan 16 : DOWNLOAD
Undangan 17 : DOWNLOAD
Undangan 18 : DOWNLOAD
Undangan 19 : DOWNLOAD
Undangan 20 : DOWNLOAD
Undangan 21 : DOWNLOAD
Undangan 22 : DOWNLOAD
Undangan 23 : DOWNLOAD
Undangan 24 : DOWNLOAD
Undangan 25 : DOWNLOAD
Undangan 26 : DOWNLOAD
Undangan 27 : DOWNLOAD
Undangan 28 : DOWNLOAD
Undangan 29 : DOWNLOAD
Undangan 30 : DOWNLOAD



Monday, 21 May 2018

Soal PAT Matematika MA/SMA/SMK

Soal Penilain Akhir Tahun (PAT) Madrasah Aliyah (MA)
Mata Pelajaran : Matematika Wajib.

Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah bentuk penilaian sumatif yang rutin dilakukan di sekolah/madrasah setelah siswa mempelajari semua Kompetensi Dasar dalam satu semester. PAT menjadi salah satu komponen penting dalam penentuan naik atau tidaknya siswa ke jenjang berikutnya. Oleh karena itu, bagi para siswa harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi PAT ini. Dengan mempelajari soal-soal tahun sebelumnya, maka diharapkan siswa memiliki gambaran mengenai soal yang akan ia hadapi ketika pelaksanaan PAT, khususnya soal matematika.
Bagi para pengajar matematika juga bisa bermanfaat untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi dirinya meningkatkan skill matematiknya, dan juga sebagai bahan belajar untuk siswa-siswanya. Bagi yang membutuhkannya, bisa langsung unduh soal-soal berikut dengan mengklik tautan di bawah ini.



Monday, 7 May 2018

Proposal Musholla


PROPOSAL RENOVASI MUSHOLLA AL-AMIN
DUSUN 4 GANG BUNEN RT 01 RW 09 DESA GEBANG KULON KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON 45191

A.      Pendahuluan
Musholla merupakan salah satu sarana ibadah yang telah ada di Indonesia sejak zaman Wali Sanga. Sunan Gunung Jati sebagai salah satu penyebar ajaran Islam di Indonesia memberikan perhatian yang lebih terhadap eksistensi musholla, sampai-sampai beliau secara khusus mengamanatkan kepada umat Islam pada saat itu dengan pesan “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”, yang artinya “Saya titip tajug (musholla) dan fakir miskin”. Hal ini dikarenakan musholla memiliki peranan yang strategis di masyarakat dalam membentuk masyarakat madani yaitu masyarakat yang memiliki peradaban, sejahtera, dan berakhlakul-karimah. Sehingga keberadaan musholla sangat penting untuk keberlangusngan masyarakat setempat agar masyarakat memiliki nilai-nilai agama dan sosial berdasarkan tuntunan ajaran Islam yang kuat.
 Musholla merupakan pusat kegiatan peribadatan masyarakat muslim dalam lingkup yang lebih kecil dari masjid. Musholla biasanya berada di dusun atau blok suatu Desa yang memiliki imam tetap sekaligus sebagai pengurus yang bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan peribibadatan, baik itu ibadah wajib seperti sholat lima waktu berjama’ah maupun ibadah-ibadah sunnah, seperti solat tarawih, sholat hari raya idul fitri, dan sholat hari raya idul adha. Selain itu musholla juga tempat dilakukannya kegiatan-kegiatan peringatan hari-hari besar Islam, seperti peringatan isra mi’raj, peringatan maulid nabi, peringatan tahun baru hijriyah dan peringatan hari-hari besar Islam laninnya. Musholla dibangun atas dasar kebutuhan masyarakat setempat untuk memenuhi rutinitas-rutinitas ibadah dan dibangun secara sukarelwan.
Kesadaran masyarakat gang Bunen Desa Gebang Kulon akan sholat berjamaah di musholla dari tahun ke tahun kian meningkat, terutama Sholat jam’aah tarawih yang rutin setiap bulan Romadon diadakan jumlah jama’ah telah melebihi kapasitas yang ada. Bahkan,  jam’ah sholat sampai menempati bagian luar mushola, di teras mushola, dan teras rumah-rumah sekitar mushola. Hal ini menunjukkna antusias warga yang begitu besar terhadap ibadah soholat berjama’ah.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, yang menjadi permasalahan yang ada adalah musholla yang saat ini digunakan sudah kurang nyaman lagi bagi para jam’aah untuk melakukan rutinitas ibadah berjamaah, terutama ketika jam’ah yang hadir sangat
banyak. Para jama’ah yang ada di ruangan utama musholla merasa sangat panas karena ruangan yang sempit dan fentilasi udara yang kurang. Sedangkan jama’ah yang ada di luar terkadang merasa was-was, karena ketika mereka sedang sholat tiba-tiba turun hujan.
Berdasarkan masalah di atas, maka Musholla Al-Amin yang bertempat di Gang Bunen Desa Gebang Kulon perlu direnovasi. Keinginan masyarakat untuk memiliki musholla yang representatif dan nyaman menjadi sebuah harapan yang sangat ditunggu-tunggu oleh perngurus musholla pada khususnya dan masyarakat Gang Bunen Desa Gebang Kulon pada umumnya, dan wagra masyarakat yang melakukan ibadah di mushola merasa lebih nyaman dan khusyu.
Untuk mengunduh proposal mushola secara lengkap klik link di bawah ini:


Soal UM-PTKN

Apa itu UM-PTKIN....? UM-PTKIN merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri Islam. UM-PTKIN merupakan kependekan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Perlu rekan-rekan ketahui bahwa Perguruan Tinggi Negeri Islam (STAIN, IAIN, UIN) secara birokrasi berada di bawah naungan Kementrian Agama. Sedangkan perguruan tinggi umum berada di bawah naungan Kementrian Riset Tekonlogi dan Pendidikan Tinggi (KemristekDikti).

Terdapat tiga jalur masuk PTKIN, yaitu jalur SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional) UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), dan Ujian Mandiri. Perbedaannya adalah SPAN merupakan jalur prestasi akademik yang dilihat dari nilai raport kelas X s.d kelas XII semester ganjil. Bagi siswa-siswa yang ingin masuk melalui jalur SPAN, maka harus ada rekomendasi dari Madrasah, tidak bisa daftar sendiri tanpa ada rekom dari madrasah.

Siswa yang gagal masuk melalui jalur SPAN bisa masuk melalui jalur UM-PTKIN. Apa perbedaanya. Jika pada SPAN tanpa tes dan gratis, sedangkan melalui UM-PTKIN ada tesnya dan berbayar. Soal yang diujikan terbagi menjadi dua macam, yaitu tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Ujian UM-PTKIN diselenggarakan serentak secara nasional, dan peserta bisa memilih lokasi tes di PTKIN mana saja. Misalnya, Ahmad ingin daftar kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, si Ahmad boleh memilih lokasi tes di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Siswa yang gagal amsuk melalui jalur SPAN dan UM-PTKIN masih bisa mengikuti tes melalui jalur mandiri. Bedanya apa dengan UM-PTKIN...? Ujian Mandiri dilaksanakan oleh masing-masing perguruan tinggi, dan tidak berlaku secara nasional. Misalnya Siti ingin masuk UIN Sunan Gunung Djatdi Bandung, maka tes-nya di UIN Bandung, Jika Siti ingin masuk IAIN Cirebon, maka tes-nya ya di IAIN Cirebon. Informasi mengenai jalur mandiri bisa dilihat di website resmi kampus-kampus PTKIN.

Bagi temen-temen yang membutuhkan soal UM-TKIN, bisa temen-temen unduh melalui link di bawah ini:.................................Soal akan saya upload beberapa jam kumudian :) 

Sunday, 28 January 2018

Matematika Ajaib


MENGETAHUI ISI HATI DENGAN MATEMATIKA


Rifa baru saja mendapatkan ilmu bisa menebak hati seseorang dengan matematika dari ayahnya. Kali ini Rifa ingin mempraktekan ilmu yang baru didapatnya itu kepada adiknya, Fiyya dan temannya, Gina.
            Hai Fiyya, hai Gina, tau tidak saya bisa mengetahui isi hati kalian berdua. Spontan Fiyya dan Gina terlihat takjub mendengar apa yang dikatakan Rifa. Wah hebat benar kamu Rifa, emang bisa? Tanya Gina. Ilmu apaan tuh? Lanjut fiyya. Tentu saja bisa, jawab Rifa. Oke, begini ya, coba kalian simpan satu angka di dalam hati, nanti saya akan mengetahui angka yang kalian simpan. Langsung saya coba aja ya. Rifa memulai mengajukan pertanyaan kepada Gina dan Fiyya.
Sesi I
Rifa                       : Silahkan kalian simpan satu angka di dalam hati. Sudah kalian simpan?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Kalikan angka yang kalian simpan dengan 2. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Tambahkan dengan angka yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
  hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Bagikan dengan angka yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
  hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Hasilnya adalah 3. Betul kan?
Gina dan Fiyya     : Wah ternyata benar.
Gina                      : Emangnya angka berapa yang kamu simpan Fiyya?
Fiyya                       : Saya tadi di dalam hati menyimpan angka 4. Tadikan Kak Rifa bilang
                                   kalikan dengan 2, ditambah dengan angka yang pertama disimpan,
                                   dan dibagi dengan    angka yang pertama disimpan, kalau kita hitung:
                               4  2 = 8
                               8 + 4  = 12
                               12 : 4 = 3        
                               Gina kamu tadi di dalam hati menyimpan angka berapa?
Gina                      : Saya di dalam hati menyimpan angka 5. Tadi kan Rifa bilang kalikan
dengan 2, ditambah dengan angka yang pertama disimpan (5), dan dibagi dengan    angka yang pertama disimpan (5), kalau kita hitung jadi:
                               5  2 = 10
                               10 + 5  = 15
                               15 : 5 = 3        
Rifa kembali menguji mereka.
Sesi II
Rifa                       : Silahkan kalian simpan satu angka di dalam hati. Sudah kalian simpan?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Kalikan angka yang kalian simpan dengan 3. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Tambahkan dengan angka yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
  hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Bagikan dengan angkan yang pertama kalian simpan. Sudah kalian
  hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Dikurangi 4. Sudah kaliang hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Ditambah 5. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah.
Rifa                       : Dibagi 5. Sudah kalian hitung?
Gina dan Fiyya     : Sudah
Rifa                       : Hasilnya adalah 1. Betul kan?
Gina dan Fiyya     : Wah ternyata betul. Rifa bisa mengetahui isi hati kita.
Gina                      : Emangnya angka berapa yang kamu simpan Fiyya?
Fiyya                     : Saya di dalam hati menyimpan angka 6. Tadik Kak Rifa bilang, kalikan
                                  dengan 3, ditambah dengan angka yang pertama disimpan, dan dibagi
                                  dengan angka yang pertama disimpan, dikurangi 4, ditambah 5, dan
                                  dibagi dengan 5, jadi, kalau kita hitung:
                                6  3 = 18
                                18 + 6  = 24
                                24 : 6 = 4     
                                 4 – 4 = 0
                                 0 + 5 = 5
                                 5 : 5 = 1
                                 Gina kamu tadi di dalam hati menyimpan angka berapa?
Gina                      : Saya di dalam hati menyimpan angka 3. Tadi Rifa bilang kalikan
  dengan 3, ditambah dengan angka yang pertama disimpan (5), dan
  dibagi dengan    angka yang pertama disimpan (5), dikurangi 4, ditambah
  5, dan dibagi dengan 5, kalau kita hitung jadi:
                               3  3 = 9
                               9 + 3  = 12
                               12 : 3 = 4
                                4 – 4 = 0
                                0 + 5 = 5
                                5 : 5 = 1
      
Wah ternyata Rifa bisa menebak isi hati seseorang yah, saya jadi pingin bisa deh kaya Rifa. Boleh tidak kamu kasih tahu caranya ke kita, Rifa? Ini pasti ada caranya kan? Tanya Gina. Oh iya, boleh saya kasih tahu caranya.
Begini, dalam operasi perkalian, penjumlahan, dan pembagian bilangan asli, bila dilakukan perhitungan secara berurutan (x, +, :) ternyata hasil akhirnya memiliki pola n + 1. Dimana n adalah bilangan yang dikalikan pada bilangan asli.
Perhatikan operasi bilangan yang tadi kalian simpan dengan n yang saya ambil adalah 2     (n = 2) sebagai berikut.
Bilangan yang disimpan Fiyya adalah 4
4  2 = 8
8 + 4  = 12
12 : 4 = 3  
Bilangan yang disimpan Fiyya adalah 5
5  2 = 10
10 + 5  = 15
15 : 5 = 3  
Ternyata hasilnya sama-sama 3, yaitu n + 1 = 2 + 1 = 3

Saya contohkan bilangan yang lainnya.
Untuk n = 3
4  3 = 12
12 + 4  = 16
16 : 4 = 4  

Untuk n = 4
4  4 = 16
16 + 4  = 20
20 : 4 = 5

Dengan demikian jika sebarang bilangan  dikalikan dengan sebarang bilangan asli n, dan hasilnya adalah m1, m1 ditambah  dan hasilnya adalah m2, m2 dibagi  hasilnya adalah m3 dimana m3 = n + 1
Jadi, secara umum hasil operasi bilangan tersebut memiliki pola n + 1. Adapun algortima dasarnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Jika suatu bilangan asli:    xn = m1 …………………….I
m1 +  = m2 ………………….II
m2 :  = m3 ………..................III
dan m3 = n + 1
Ohh jadi Cuma 3 langkah ya kak? Kali, tambah, dan bagi? Betul sekali Fiyya. Bagaimana dengan pertanyaan kaka pada sesi II, kan di situ kakak sampai 6 langkah, ada operasi pengurangannya juga. Ooh, tetap pada dasarnya sama tiga langkah, yaitu operasi perkalian, penjumlahan, dan dan pembagian secara berurutan. Setelah itu sebetulnya kita menghitung bersama-sama.
Misalnya pada sesi II, ketika saya bilang kalikan dengan 3, saya sudah tahu nanti hasilnya pasti 4. Akan tetapi, setelah kalian melakukan operasi perkalian, penjumlahan, dan pembagian secara beurutan, saya tambahkan lagi hitung-hitungannya, yaitu 4 – 4 = 0, 0 + 5 = 5, dan 5 : 1 = 1. Jadi hitung-hitungan setelah operasi perkalian, penjumlahan, dan pembagian yang pertama meruapkan tamabahan saja. Oke, sekian dan terimakasih.

Monday, 28 August 2017

BIOGRAFIKU


MUNAJI, M.Pd
            
         Nama lengkap penulis adalah Munaji anak keenam dari 7 bersaudara dari pasangan Bapak Hasim dan Ibu Sutri. Lahir pada tanggal 4 Juli 1983 di Kampung Cibogo RT 05 RW 06 Kel. Argasunya Kec. Harjamukti Kota Cirebon. Saat ini telah      berkeluarga dengan istri  yang bernama Maftukah, dan     dikaruniai satu orang anak bernama Rifa Salsabila.
Pendidikan formal yang pernah ditempuh yaitu tahun 1996 lulus dari SDN Silih Asah I Kota Cirebon. Setelah lulus dari SD, tidak langsung melanjutkan ke jenjang SMP/MTs dikarenakan keterbatasan biaya. Pada tahun 1998 masuk ke Pondok Pesantren Al-Shighor Gedongan Cirebon sebagai khodim (santri sekaligus bantu-bantu pekerjaan pesantren) dan melanjutkan pendidikan formal dengan biaya sepenuhnya dari pondok pesantren. Tahun   2001 lulus Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manba’ul Hikmah Gedongan Cirebon, pada tahun 2004 lulus Madrasah Aliyah (MA) Manba’ul Hikmah Gedongan Cirebon. Setelah lulus MA tidak langsung menlajutkan ke perguruan tinggi, juga karena keterbatasan biaya, baru pada tahun 2006 masuk ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan mengambil program studi Tadris Matematika, dan lulus pada tahun 2010. Sedangkan pendidikan nonformal yang pernah ditempuh, setelah selesai mempelajari Al-Qur’an dengan bapaknya, kemudian melanjutkan belajar ilmu-ilmu agama kepada Kiyai Bidin  Cibogo tahun 1994 – 1995,  tahun 1995 – 1997 di Pondok Pesantren Cibogo di bawah asuhan Kiyai Mu’in sebagai santri kalong. Tahun 1998 – 2005 di Pondok Pesantren Al-Shighor Gedongan Kab. Cirebon di bawah asuhan K.H. Bisyri Imam.
            Aktivitas penulis semenjak lulus  MA, walaupun belum sarjana namun sudah mulai mengajar matematika, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga tingkat SMA/MA pernah dilakoninya. Selain mengajar matematika penulis juga pernah konsen dalam pengajaran Bahasa Arab dan kitab kuning. Saat ini penulis adalah guru bidang studi matematika di MA Bina Cendekia Kab. Cirebon.
            Karya tulis ilmiah yang pernah dipresentasikan dalam seminar internasional selama penulis menjadi mahasiswa di Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI adalah sebagai berikut: (1) Improving Mathematical Literacy of Elementary School Student throught Scientific Approach yang diselenggarakan oleh ICONBEC-2 (International Conference on Basic Education and Early Childhood 2)  UPI Serang 2017; (2) Curriculum Islamic Boarding School Disemination for Sustainable Cross Cultural Education Development yang diselenggarakan oleh SPs UPI berkerjasama dengan Universitas Nasional Malaysia dalam ICERD 2016 (International conference on education and regional development 2016) .

Thursday, 24 August 2017

Thursday, 5 January 2017

RPP Matematika MA/SMA/SMK

Pengertian dan Kompoen RPP
Menurut Permendikbud no. 65 tahun 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran  tatap muka  untuk satu pertemuan atau lebih.  RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai  Kompetensi  Dasar (KD). Setiap pendidik  pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,  efisien,  memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.RPP disusun  berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Komponen RPP terdiri atas:
a.  identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
b.  identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c.  kelas/semester;
d.  materi pokok;
e.  alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban  belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f.  tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g.  kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h.  materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i.  metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD  yang  disesuaikan dengan karakteristik peserta  didik 
dan KD yang akan dicapai;
j.  media pembelajaran, berupa alat bantu proses  pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k.  sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l.  langkah-langkah  pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m.  penilaian hasil pembelajaran.

Prinsip Penyusunan RPP
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a.  Perbedaan  individual  peserta didikantara lain    kemampuan awal, tingkat intelektual,  bakat, potensi,  minat, motivasi  belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
b.  Partisipasi aktif peserta didik.
c.  Berpusat  pada peserta didik untuk mendorong  semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi,  inovasi dan kemandirian. 
d.  Pengembangan  budaya membaca dan menulisyang  dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e.  Pemberian  umpan balik dan tindak lanjutRPP memuat rancangan 
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
f.  Penekanan pada  keterkaitan dan keterpaduanantara  KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. 
g.  Mengakomodasi  pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h.  Penerapan  teknologi informasi dan komunikasisecara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Nah bagi bapa ibu guru, khususnya guru matematika MA/SMA/SMK yang membutuhkan RPP matematika bisa langsung unduh disini.

Kelas X
Semester Ganjil
1. SPL dan Nilai Mutlak
3. Fungsi
4. Fungsi Komposisi dan Invers Fungsi
5. Fungsi Invers

Semester Genap
6. Pengukuran Sudut
7. Perbandingan Trigonometri
8. Sudut Berelasi
9. Identitas Trigonometri
10. Aturan Sinus dan Cosinus
11. Grafik Fungsi Trigonometri

Kelas XI MIA/IIS
Semester Ganjil
1. Program Linear
2a. Fungsi Invers
2b. Fungsi Komposisi
3. Determinan dan Invers Matriks
4. Persmaan Garis Lurus
5. Aturan Sinus dan Cosinus
6. Deret Tak Hingga

Semoga bermanfaat.

Cara mengunduh : Klik file yang akan diunduh. File akan dibuka dalam google doc. Setelah terbuka filenya, klik menu file, pilih unduh sebagai, selanjutnya pengunjung dapat mengunduh file dalam berbagai bentuk seperti MS Ofifice, PDF dan lain-lain.

Untuk Pengembangan Blog yang lebih baik bagi para pengunjung dipersilahkan untuk mendonasikan pulsa seikhlasnya ke nomor 082126943122.
Trmksh.

Saturday, 10 December 2016

Menebak Hari Ulang Tahun



Suatu hari Rifa dan Ayahnya sedang berbincang-bincang ringan mengenai hari ulang tahun mereka. Kebetulan saat itu Rifa baru saja melakukan syukuran hari ulang tahunnya yang ke-3. Syukuran dirayakan dengan sangat sederhana. Yang Penting dirayaiin, katanya. Ulang tahun Rifa yang ke-3 jatuh pada hari Kamis, 1 Desember 2016. Tiba-tiba muncul pertanyaan yang menggelitik dari seorang anak usia tiga tahun itu, yaitu Rifa Salsabila.
       
           Ayah....! tahun depan ulang tahun Rifa hari apa ya?
          
Sejenak ayahnya terpaku mendengar pertanyaan dari anaknya itu. Hemm.... bagus juga pertanyaanmu itu nak. Oke, ayah akan jawab pertanyaanmu dengan matematika. Lah ko bisa dengan matematika? tanya Rifa. Oh iya tentu bisa, jawab si ayah. Sebentar ya ayah hitung dulu.....hemmm, ayah tahu jawabnnya.

            Tahun depan ulang tahunmu jatuh pada hari Jum'at nak.

Ko bisa tahu, ayah tahun dari mana? Bukan dari ngarang-ngarang kan? penasaran. Ya enggalah, coba aja buktikan kebenarannya dengan melihat kalender. Setelah dicek bersama-sama ternyata benar, Tanggal 1 Desember 2017 jatuh pada hari Jum'at. Ayah, Rifa mau tahun dong caranya bagaimana sampai bisa menebak hari ulang tahun seseorang. Oke, ayah jelaskan.


Dalam satu minggu cuma ada 7 hari. Nah, karena ulang tahun, berarti 1 tahun pas. 1 tahun = 365 hari. Kita tinggal hitung saja 365 : 7 = 52 sisanya 1. Sisanya ini yang kita jadikan patokan. Satu hari setelah hari Kamis adalah hari Jum'at. Jadi ulang tahun Rifa tahun depan jatuh pada hari Jum'at.

Tapi ingat ya, dalam hitungan tahun, ada yang disebut dengan tahun kabisat, yaitu tahun dimana bulan februari teridri dari 29 hari. Tahun kabisat terjadi setiap 4 tahun sekali. Jadi, kalo pas tahun kabisat 1 tahun = 366 hari. Tahun kabisat terakhir terjadi pada tahun 2016 ini.

Ini bisa juga untuk tebak-tebakan lho. Misalnya, hari ini hari minggu. Jatuh pada hari apakah 2000 hari yang akan datang? kamu pasti bisa menjawabnya.

           

MASALAH-MASALAH MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR


KELAS 1
Masalah 1 : Pengurangan
Siswa kelas 1 SD telah mempelajari operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan asli satu angka. Berdasarkan hasil observasi lapangan, untuk penjumlahan siswa dapat melakukannya dengan benar. Berbeda dengan pengurangan, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan pengurangan.
Contoh Pengurangan : 9 – 2 = …..
Masalah 2 : Bilangan Ganjil dan Genap
            Bilangan ganjil dan bilangan genap merupakan salah satu materi yang susah di pahami di kelas 1 SD. Bialangan genap adalah bilangan yang habis dibagi dua. Bilangan ganjil adalah bilangan yang tidak habis dibagi 2. untuk memahami bilangan yang habis dibagi dua guru mengalami kesulitan, dikarenakan pada kelas 1 SD belum mengenal pembagian. Oleh karenanya guru harus memberikan contoh-contoh yang lebih konkrit.
KELAS 2
Masalah 1 : Penjumlahan dengan teknik penyimpanan         
Siswa kelas 2 SD banyak mengalami kesulitan dalam menjumlahkan bilangan dengan teknik penyimpanan. Contoh penjumlahan dengan teknik menyimpan : 4 + 15 = …
Masalah 2 : Pembagian
Sama halnya dengan pembagian. Siswa tidak dapat melakukan operasi pembagian dasar bilangan yang terdiri dua angkan dibagi bilangan satu angka.
Contoh pembagian 12 : 4 = …..

KELAS 3
Masalah 1 : Penjumlahan dua bilangan tiga angka dengan teknik penyimpanan
            Permasalahan yang dihadapi anak kelas 3 SD dalam menjumlahkan dua bilangan dengan teknik penyimpanan adalah bagimana mereka dapat secara abstrak menyimpan angka dari penjumlahan yang menghasilkan bilangan 10 ke atas. Sedangkan menurut teori perkemabangan, anak kelas 3 SD masih pada taraf berfikir operasional konkrit
Masalah 2 : Pengurangan tiga angka dengan dua angka
Permasalahan yang dihadapi anak kelas 3 SD dalam mengurangkan tiga bilangan dengan dua bilangan dengan teknik meminjam adalah bagimana mereka dapat secara abstrak meminjam angka ketika terdapat pengurangan angka yang lebih besar dari yang dikuranginya. Sedangkan menurut teori perkemabangan, anak kelas 3 SD masih pada taraf berfikir operasional konkrit
KELAS 4
Masalah 1: KPK dan FPB
            Permasalahan yang dihadapi kelas 4 SD dalam mencari KPK adalah menentukan faktor prima dari KPK tersebut. Sedangkan pada FPB siswa kesulitan menentukan bilangan positif terbesar yang dapat membagi kedua bilangan tersebut.
Masalah 2 : Pengukuran Waktu
            Permasalahan yang dihadapi anak kelas 4 SD dalam memahami pengukuran waktu dikarenkan kompleksnya materi dan harus memahami materi-materi prasyarat seperti penjumlahan pengurangan, perklalian dan juga pembagian.
KELAS 5
Masalah 1 : Pengukuran Sudut
            Konsep pengukuran sudut masih menjadi materi yang sulit dipahami oleh siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Kesulitan ini disebabkan oleh sifat dari materi pengukuran yang abtrak. Hanya bisa dilihat bila menggunakan alat atau benda. Namun, sayangnya sekolah tidak mempunyai media yang cukup unutk memahamkan materi sudut.
Masalah 2 : Pengukuran Berat
            Pengukuran berat sama halnya dengan sudut, termasuk materi yang sulit dipahami siswa. Selain media pembelajaran yang kurang memadai, materi pengukuran memerlukan penguasaan konsep-konsep materi yang banyak tercakup di dalamnya, seperti operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
KELAS 6
Masalah 1 : KPK dan FPB
Permasalahan yang muncul dalam memahami KPK dan FPB adalah mereka sebetulnya mampu mefaktorkan bilangan dengan cara faktorisasi prima. Namun setelah difaktorkan, mereka tidak dapat menentukan mana yang harus diambil untuk menentukan KPK atau FPB. 
Masalah 2 : Operasi hitung campuran
            Dalam menghitung operasi hitung campuran beberapa masalah yang muncul adalah: pertama, tidak dapat memahami urutan pengerjaan operasi sesuai sifat-sifat operasi hitung campuran. Seperti bila ada operasi penjumlahan dan perkalian maka perkalian harus didahulukan karena operasi perkalian lebih kuat dari operasi penjumahan. Kedua, materi prasyarat yang belum sepenuhnya dipahami. Seperti dalam operasi hitung pengurangan yang selalu mengalami kendala dalam perhitungannya.

Thursday, 26 November 2015

Ujian Tengah Semester (UTS)

Ujian tengah semester adalah ters formatif yang diadakan setelah melakukan pertemuan 8 - 9 kali minggu efektif. Tentu para guru harus membuat soal UTS, rasa males, ga ada waktu, sibuk, atau ada hal lain yang lebih penting bisa dialami setiap guru. Dari alasan-alasan tadi alasan mana ayo yang paling banyak guru alami? Males kebanyakan sih, hehe. Nah, pada kesempatan kali ini saya mau berbagi soal UTS Ganjil Khusus mapel Matematika SMA/MA nih. Khusus untuk kelas X yang sekolahnya sudah menerapkan kurikulum 2013 bisa dipakai untuk SMK tuh. Tapi jangan lupa bapak/ibu guru yang terhormat harus teliti dulu ya semua butir soalnya, coz barang kali ada kesalahan. heheh, Munaji juga manusia.

Untuk men-Download Sosla UTS Matematika SMA/MA silahkan langsung aja klik ling di bawah ini:

UTS-Ganjil-10-IIS
UTS-Ganjil-10-MIA
UTS-Ganjil-XI-MIA
UTS-Ganjil-XI-IIS

UTS-Ganjil-XI-IPS
UTS-Ganjil-XI-IPA
UTS-Ganjil-XII-IPS
UTS-Ganjil-XII-IPA

Semoga bermanfaat

Kebutuhan Sosial

KEBUTUHAN SOSIAL

Manusia hidup di dunia ini saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.

Manusia tidak bisa hidup sendirian. Siapapun orangya pasti dia butuh interaksi dengan orang

lain untuk memperoleh apa yang dicapainya. Begitu juga dengan seorang bayi. Dia

membutuhkan orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya untuk bisa mengembangkan potensi

bawaanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nasution “seorang bayi tidak akan mungkin hidup

serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain

yang  tak terhitung jumlahnya”. Oleh karena itu “mencari hubungan dengan orang lain adalah

dorongan yang wajar pada tiap anak”.

 Sekolah seharusnya dapat membentuk anak menjadi makhluk sosial. Apabila sekolah

telah benar-benar memberikan ruang kepada anak sesuai dengan kebutuhannya sebagai

makhluk sosial maka artinya sekolah telah memberikan fungsinya dengan amat baik. Kurikulum

sebagai alat pengembangan sekolah di era sekarang ini sudah banyak memberikan kesempatan

kepada anak untuk bisa bersosialisasi dengan baik. Melalui model-model pembelajaran yang

inovatif dan suasana sekolah yang demokratis, anak-anak dapat bekerjasama, saling

menghargai, memberikan pendapat dan proses-proses interaksi sosial lainnya sehingga sekolah

benar-benar  sebagai suatu masyarakat tempat dimana murid-murid mempraktikkan hak dan

kewajibannya. Apabila seseorang dapat berintekasi sosial dengan baik maka artinya salah satu

kebutuhannya telah terpenuhi dan dia akan lebih bahagian daripada anak yang kurang dapat

berinteraksi dengan baik. Dikutip dari Nasution bahwa “kebahagiaan seseorang dalam

kehidupan dan jabatannya bukanalah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya, melainkan

terutama oleh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.

KEBUTUHAN

Beberapa kebutuhan yang dimiliki setiap anak adalah sebagai berikut:

1. Survvival, kebutuahn fisiologis, dan kebutuhan untuk hidup.

2. Security, atau rasa aman

3. Love and belonging, kebutuhan akan cinta kasih

4. Self-esteem, kebutuhan akan harga diri

5. Self-actualization, kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh

(S. Nasution : 105)

Dari kebutuhan-kebutuhan di atas, yang paling tinggi adalah self-actualization yakni

menemukan identitasnya.

Berangkat dari kebetuhan-kebutuhan di atas, maka lingkungan sekolah seyogyanya

dapat memenuhi kebutuhan-kebutuahan tersebut, karena apabila kebetuhannya dipenuhi

maka anak akan lebih berhasil dalam belajarnya.

PERKEMBANGAN INTELEKTUAL

Perkembangan intelektual menurut Piaget secara garis besarnya sebagai berikut :

1. Fase senso-motoris (bayi – 2 tahun), kemampuan intelektualnya berupa gerak refleks,

koordinasi tangan – mulut, koordinasi tangan mata, koordinasi pengamatan alat indra

(sensory) dan gerakan (motoris), mencari benda yang diambil dari penglihatannya,

melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuan.

2. Fase-praoperasional (2 – 7 tahun), kemampuan intelektualnya berupa memecahkan masalah

dengan pemikirannya, perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 – 4 tahun), pikiran

dan bahasa bersifat egosentris, subjektif, hanya dari pandangannya sendiri, orientasi

menurut bagaimana ia melihat sesuatu, mengetahui tangan kanannya, akan tetapi bukan

tangan kanan orang yang menghadapinya, padangan animistis, memnadang benda mati

seperti makhluk hidup, misalnya matahari tidur, mengaacaukan khayal dan kenyataan.

3. Fase operasional konkrit (7 – 11 tahun), kemampuan intelktualnya berupa memahami

reversibilitas, misalnya volume air tetap, walaupun bentuk bejana berbeda; mulai dapat

berpikir mengenai masalah konkrit, berpikir sambil memanipulasi benda; masih belum dapat

memecahkan masalah verbal yang agak kompleks.

Sedangkan menurut John W. Santrock (2011 : 329), pada tahap ini anak telah dapat bernalar

logis sejauh penalaran itu diaplikasikan pada contoh-contoh spesifikasi atau konkrit.

Karakteristik lainnya dari fase ini ialah dapat mengklasifikasikan benda ke dalam perangkat-

perangkat atau subperangkat.

4. Fase operasional formal (11 – 15 tahun), kemampuan intelektualnya berupa mengidentifikasi

masalah secara logis, termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan;

telah dapat menganalisis cara-cara berpikir, pemikiran formal masih egosentris dalam arti

masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan.

(S. Nasution : 113).

PERKEMBNGAN SOSIAL-EMOSIONAL

Perkembangan emosional fokusnya kepada perubahan seseorang dari bergantung

kepadada orang lain menjadi tidak bergantung kepada orang lain atau mandiri, dari

perhatiannya tertuju hanya untuk diri sendiri menjadi memberi perhatian kepada orang lain.

Sedangkan dalam perkembangan soaialnya, mula-mula seorang anak hanya menaruh

perhatiannya untuk dirinya sendiri. Pada usia SD, ia berangsur angsur menaruh perhatiannya

kepada orang lain. Ia mulai mengikat tali persahabatan dengan teman-teman lain,

mempengaruhi orang lain, dan terus memperluas cakupan persahabatan namun perhatiannya

masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga.

Lambat laun dan selama menjelang pubertas, jalinan persahabatannya dengan teman-

teman sebaya semakin kuat. Pengaruh teman-temannya bahkan dapat lebih kuat dari pengaruh

orang tuanya. Selama masa ini anak mulai krisis identitas. Ia mulai bertanya pada dirinya, “Siapa

saya? Siapa dia?.

Kurikulum sekolah hendaknya membantu masa transisi sosial anak, melepaskan

ketergantungan kepada keluarga dan teman sebayanya untuk menjadi sosk yang mandiri

menuju kedewasaan.

PERKEMBANGAN MORAL

Perkembangan moral mengikuti tahapan tertentu secara runtut, tidak mungkin

melompati salah satu tahap. Adapun tahapnnya adalah sebagai berikut:

1. Prs-konvensional

Pada tingkatan ini anak telah dapat merespon terhadap aturan dan lingkungan akan

tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi  fisiknya berupa hukuman atau ganjaran

dan pujian yang ditentukan oleh yang memegang otoritas

a. Orientasi hukuman dan kepatuhan

b. Orientasi instrumental

Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman akibat fisik baginya yang

menyakitkan atau menyenangkan. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan

kepatuhan.

Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau bagi orang lain. Bahkan kita

berbuat baik agar orang lain berbuat baik pula kepada kita. Berbuat baik merupakan

instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain.