Thursday, 24 August 2017

The Wedding

 Munaji & Maftukah 21 Februari 2013


Thursday, 5 January 2017

RPP Matematika MA/SMA/SMK

Pengertian dan Kompoen RPP
Menurut Permendikbud no. 65 tahun 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran  tatap muka  untuk satu pertemuan atau lebih.  RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai  Kompetensi  Dasar (KD). Setiap pendidik  pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,  efisien,  memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.RPP disusun  berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Komponen RPP terdiri atas:
a.  identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
b.  identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c.  kelas/semester;
d.  materi pokok;
e.  alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban  belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f.  tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g.  kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h.  materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i.  metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD  yang  disesuaikan dengan karakteristik peserta  didik 
dan KD yang akan dicapai;
j.  media pembelajaran, berupa alat bantu proses  pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k.  sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l.  langkah-langkah  pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m.  penilaian hasil pembelajaran.

Prinsip Penyusunan RPP
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a.  Perbedaan  individual  peserta didikantara lain    kemampuan awal, tingkat intelektual,  bakat, potensi,  minat, motivasi  belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
b.  Partisipasi aktif peserta didik.
c.  Berpusat  pada peserta didik untuk mendorong  semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi,  inovasi dan kemandirian. 
d.  Pengembangan  budaya membaca dan menulisyang  dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e.  Pemberian  umpan balik dan tindak lanjutRPP memuat rancangan 
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
f.  Penekanan pada  keterkaitan dan keterpaduanantara  KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. 
g.  Mengakomodasi  pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h.  Penerapan  teknologi informasi dan komunikasisecara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Nah bagi bapa ibu guru, khususnya guru matematika MA/SMA/SMK yang membutuhkan RPP matematika bisa langsung unduh disini.

Kelas X
Semester Ganjil
1. SPL dan Nilai Mutlak
3. Fungsi
4. Fungsi Komposisi dan Invers Fungsi
5. Fungsi Invers

Semester Genap
6. Pengukuran Sudut
7. Perbandingan Trigonometri
8. Sudut Berelasi
9. Identitas Trigonometri
10. Aturan Sinus dan Cosinus
11. Grafik Fungsi Trigonometri

Kelas XI MIA/IIS
Semester Ganjil
1. Program Linear
2a. Fungsi Invers
2b. Fungsi Komposisi
3. Determinan dan Invers Matriks
4. Persmaan Garis Lurus
5. Aturan Sinus dan Cosinus
6. Deret Tak Hingga

Semoga bermanfaat.

Cara mengunduh : Klik file yang akan diunduh. File akan dibuka dalam google doc. Setelah terbuka filenya, klik menu file, pilih unduh sebagai, selanjutnya pengunjung dapat mengunduh file dalam berbagai bentuk seperti MS Ofifice, PDF dan lain-lain.

Untuk Pengembangan Blog yang lebih baik bagi para pengunjung dipersilahkan untuk mendonasikan pulsa seikhlasnya ke nomor 082126943122.
Trmksh.

Saturday, 10 December 2016

Menebak Hari Ulang Tahun



Suatu hari Rifa dan Ayahnya sedang berbincang-bincang ringan mengenai hari ulang tahun mereka. Kebetulan saat itu Rifa baru saja melakukan syukuran hari ulang tahunnya yang ke-3. Syukuran dirayakan dengan sangat sederhana. Yang Penting dirayaiin, katanya. Ulang tahun Rifa yang ke-3 jatuh pada hari Kamis, 1 Desember 2016. Tiba-tiba muncul pertanyaan yang menggelitik dari seorang anak usia tiga tahun itu, yaitu Rifa Salsabila.
       
           Ayah....! tahun depan ulang tahun Rifa hari apa ya?
          
Sejenak ayahnya terpaku mendengar pertanyaan dari anaknya itu. Hemm.... bagus juga pertanyaanmu itu nak. Oke, ayah akan jawab pertanyaanmu dengan matematika. Lah ko bisa dengan matematika? tanya Rifa. Oh iya tentu bisa, jawab si ayah. Sebentar ya ayah hitung dulu.....hemmm, ayah tahu jawabnnya.

            Tahun depan ulang tahunmu jatuh pada hari Jum'at nak.

Ko bisa tahu, ayah tahun dari mana? Bukan dari ngarang-ngarang kan? penasaran. Ya enggalah, coba aja buktikan kebenarannya dengan melihat kalender. Setelah dicek bersama-sama ternyata benar, Tanggal 1 Desember 2017 jatuh pada hari Jum'at. Ayah, Rifa mau tahun dong caranya bagaimana sampai bisa menebak hari ulang tahun seseorang. Oke, ayah jelaskan.


Dalam satu minggu cuma ada 7 hari. Nah, karena ulang tahun, berarti 1 tahun pas. 1 tahun = 365 hari. Kita tinggal hitung saja 365 : 7 = 52 sisanya 1. Sisanya ini yang kita jadikan patokan. Satu hari setelah hari Kamis adalah hari Jum'at. Jadi ulang tahun Rifa tahun depan jatuh pada hari Jum'at.

Tapi ingat ya, dalam hitungan tahun, ada yang disebut dengan tahun kabisat, yaitu tahun dimana bulan februari teridri dari 29 hari. Tahun kabisat terjadi setiap 4 tahun sekali. Jadi, kalo pas tahun kabisat 1 tahun = 366 hari. Tahun kabisat terakhir terjadi pada tahun 2016 ini.

Ini bisa juga untuk tebak-tebakan lho. Misalnya, hari ini hari minggu. Jatuh pada hari apakah 2000 hari yang akan datang? kamu pasti bisa menjawabnya.

           

MASALAH-MASALAH MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR


KELAS 1
Masalah 1 : Pengurangan
Siswa kelas 1 SD telah mempelajari operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan asli satu angka. Berdasarkan hasil observasi lapangan, untuk penjumlahan siswa dapat melakukannya dengan benar. Berbeda dengan pengurangan, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan pengurangan.
Contoh Pengurangan : 9 – 2 = …..
Masalah 2 : Bilangan Ganjil dan Genap
            Bilangan ganjil dan bilangan genap merupakan salah satu materi yang susah di pahami di kelas 1 SD. Bialangan genap adalah bilangan yang habis dibagi dua. Bilangan ganjil adalah bilangan yang tidak habis dibagi 2. untuk memahami bilangan yang habis dibagi dua guru mengalami kesulitan, dikarenakan pada kelas 1 SD belum mengenal pembagian. Oleh karenanya guru harus memberikan contoh-contoh yang lebih konkrit.
KELAS 2
Masalah 1 : Penjumlahan dengan teknik penyimpanan         
Siswa kelas 2 SD banyak mengalami kesulitan dalam menjumlahkan bilangan dengan teknik penyimpanan. Contoh penjumlahan dengan teknik menyimpan : 4 + 15 = …
Masalah 2 : Pembagian
Sama halnya dengan pembagian. Siswa tidak dapat melakukan operasi pembagian dasar bilangan yang terdiri dua angkan dibagi bilangan satu angka.
Contoh pembagian 12 : 4 = …..

KELAS 3
Masalah 1 : Penjumlahan dua bilangan tiga angka dengan teknik penyimpanan
            Permasalahan yang dihadapi anak kelas 3 SD dalam menjumlahkan dua bilangan dengan teknik penyimpanan adalah bagimana mereka dapat secara abstrak menyimpan angka dari penjumlahan yang menghasilkan bilangan 10 ke atas. Sedangkan menurut teori perkemabangan, anak kelas 3 SD masih pada taraf berfikir operasional konkrit
Masalah 2 : Pengurangan tiga angka dengan dua angka
Permasalahan yang dihadapi anak kelas 3 SD dalam mengurangkan tiga bilangan dengan dua bilangan dengan teknik meminjam adalah bagimana mereka dapat secara abstrak meminjam angka ketika terdapat pengurangan angka yang lebih besar dari yang dikuranginya. Sedangkan menurut teori perkemabangan, anak kelas 3 SD masih pada taraf berfikir operasional konkrit
KELAS 4
Masalah 1: KPK dan FPB
            Permasalahan yang dihadapi kelas 4 SD dalam mencari KPK adalah menentukan faktor prima dari KPK tersebut. Sedangkan pada FPB siswa kesulitan menentukan bilangan positif terbesar yang dapat membagi kedua bilangan tersebut.
Masalah 2 : Pengukuran Waktu
            Permasalahan yang dihadapi anak kelas 4 SD dalam memahami pengukuran waktu dikarenkan kompleksnya materi dan harus memahami materi-materi prasyarat seperti penjumlahan pengurangan, perklalian dan juga pembagian.
KELAS 5
Masalah 1 : Pengukuran Sudut
            Konsep pengukuran sudut masih menjadi materi yang sulit dipahami oleh siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Kesulitan ini disebabkan oleh sifat dari materi pengukuran yang abtrak. Hanya bisa dilihat bila menggunakan alat atau benda. Namun, sayangnya sekolah tidak mempunyai media yang cukup unutk memahamkan materi sudut.
Masalah 2 : Pengukuran Berat
            Pengukuran berat sama halnya dengan sudut, termasuk materi yang sulit dipahami siswa. Selain media pembelajaran yang kurang memadai, materi pengukuran memerlukan penguasaan konsep-konsep materi yang banyak tercakup di dalamnya, seperti operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
KELAS 6
Masalah 1 : KPK dan FPB
Permasalahan yang muncul dalam memahami KPK dan FPB adalah mereka sebetulnya mampu mefaktorkan bilangan dengan cara faktorisasi prima. Namun setelah difaktorkan, mereka tidak dapat menentukan mana yang harus diambil untuk menentukan KPK atau FPB. 
Masalah 2 : Operasi hitung campuran
            Dalam menghitung operasi hitung campuran beberapa masalah yang muncul adalah: pertama, tidak dapat memahami urutan pengerjaan operasi sesuai sifat-sifat operasi hitung campuran. Seperti bila ada operasi penjumlahan dan perkalian maka perkalian harus didahulukan karena operasi perkalian lebih kuat dari operasi penjumahan. Kedua, materi prasyarat yang belum sepenuhnya dipahami. Seperti dalam operasi hitung pengurangan yang selalu mengalami kendala dalam perhitungannya.

Thursday, 26 November 2015

Ujian Tengah Semester (UTS)

Ujian tengah semester adalah ters formatif yang diadakan setelah melakukan pertemuan 8 - 9 kali minggu efektif. Tentu para guru harus membuat soal UTS, rasa males, ga ada waktu, sibuk, atau ada hal lain yang lebih penting bisa dialami setiap guru. Dari alasan-alasan tadi alasan mana ayo yang paling banyak guru alami? Males kebanyakan sih, hehe. Nah, pada kesempatan kali ini saya mau berbagi soal UTS Ganjil Khusus mapel Matematika SMA/MA nih. Khusus untuk kelas X yang sekolahnya sudah menerapkan kurikulum 2013 bisa dipakai untuk SMK tuh. Tapi jangan lupa bapak/ibu guru yang terhormat harus teliti dulu ya semua butir soalnya, coz barang kali ada kesalahan. heheh, Munaji juga manusia.

Untuk men-Download Sosla UTS Matematika SMA/MA silahkan langsung aja klik ling di bawah ini:

UTS-Ganjil-10-IIS
UTS-Ganjil-10-MIA
UTS-Ganjil-XI-MIA
UTS-Ganjil-XI-IIS

UTS-Ganjil-XI-IPS
UTS-Ganjil-XI-IPA
UTS-Ganjil-XII-IPS
UTS-Ganjil-XII-IPA

Semoga bermanfaat

Kebutuhan Sosial

KEBUTUHAN SOSIAL

Manusia hidup di dunia ini saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.

Manusia tidak bisa hidup sendirian. Siapapun orangya pasti dia butuh interaksi dengan orang

lain untuk memperoleh apa yang dicapainya. Begitu juga dengan seorang bayi. Dia

membutuhkan orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya untuk bisa mengembangkan potensi

bawaanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Nasution “seorang bayi tidak akan mungkin hidup

serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain

yang  tak terhitung jumlahnya”. Oleh karena itu “mencari hubungan dengan orang lain adalah

dorongan yang wajar pada tiap anak”.

 Sekolah seharusnya dapat membentuk anak menjadi makhluk sosial. Apabila sekolah

telah benar-benar memberikan ruang kepada anak sesuai dengan kebutuhannya sebagai

makhluk sosial maka artinya sekolah telah memberikan fungsinya dengan amat baik. Kurikulum

sebagai alat pengembangan sekolah di era sekarang ini sudah banyak memberikan kesempatan

kepada anak untuk bisa bersosialisasi dengan baik. Melalui model-model pembelajaran yang

inovatif dan suasana sekolah yang demokratis, anak-anak dapat bekerjasama, saling

menghargai, memberikan pendapat dan proses-proses interaksi sosial lainnya sehingga sekolah

benar-benar  sebagai suatu masyarakat tempat dimana murid-murid mempraktikkan hak dan

kewajibannya. Apabila seseorang dapat berintekasi sosial dengan baik maka artinya salah satu

kebutuhannya telah terpenuhi dan dia akan lebih bahagian daripada anak yang kurang dapat

berinteraksi dengan baik. Dikutip dari Nasution bahwa “kebahagiaan seseorang dalam

kehidupan dan jabatannya bukanalah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya, melainkan

terutama oleh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.

KEBUTUHAN

Beberapa kebutuhan yang dimiliki setiap anak adalah sebagai berikut:

1. Survvival, kebutuahn fisiologis, dan kebutuhan untuk hidup.

2. Security, atau rasa aman

3. Love and belonging, kebutuhan akan cinta kasih

4. Self-esteem, kebutuhan akan harga diri

5. Self-actualization, kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh

(S. Nasution : 105)

Dari kebutuhan-kebutuhan di atas, yang paling tinggi adalah self-actualization yakni

menemukan identitasnya.

Berangkat dari kebetuhan-kebutuhan di atas, maka lingkungan sekolah seyogyanya

dapat memenuhi kebutuhan-kebutuahan tersebut, karena apabila kebetuhannya dipenuhi

maka anak akan lebih berhasil dalam belajarnya.

PERKEMBANGAN INTELEKTUAL

Perkembangan intelektual menurut Piaget secara garis besarnya sebagai berikut :

1. Fase senso-motoris (bayi – 2 tahun), kemampuan intelektualnya berupa gerak refleks,

koordinasi tangan – mulut, koordinasi tangan mata, koordinasi pengamatan alat indra

(sensory) dan gerakan (motoris), mencari benda yang diambil dari penglihatannya,

melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuan.

2. Fase-praoperasional (2 – 7 tahun), kemampuan intelektualnya berupa memecahkan masalah

dengan pemikirannya, perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 – 4 tahun), pikiran

dan bahasa bersifat egosentris, subjektif, hanya dari pandangannya sendiri, orientasi

menurut bagaimana ia melihat sesuatu, mengetahui tangan kanannya, akan tetapi bukan

tangan kanan orang yang menghadapinya, padangan animistis, memnadang benda mati

seperti makhluk hidup, misalnya matahari tidur, mengaacaukan khayal dan kenyataan.

3. Fase operasional konkrit (7 – 11 tahun), kemampuan intelktualnya berupa memahami

reversibilitas, misalnya volume air tetap, walaupun bentuk bejana berbeda; mulai dapat

berpikir mengenai masalah konkrit, berpikir sambil memanipulasi benda; masih belum dapat

memecahkan masalah verbal yang agak kompleks.

Sedangkan menurut John W. Santrock (2011 : 329), pada tahap ini anak telah dapat bernalar

logis sejauh penalaran itu diaplikasikan pada contoh-contoh spesifikasi atau konkrit.

Karakteristik lainnya dari fase ini ialah dapat mengklasifikasikan benda ke dalam perangkat-

perangkat atau subperangkat.

4. Fase operasional formal (11 – 15 tahun), kemampuan intelektualnya berupa mengidentifikasi

masalah secara logis, termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan;

telah dapat menganalisis cara-cara berpikir, pemikiran formal masih egosentris dalam arti

masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan.

(S. Nasution : 113).

PERKEMBNGAN SOSIAL-EMOSIONAL

Perkembangan emosional fokusnya kepada perubahan seseorang dari bergantung

kepadada orang lain menjadi tidak bergantung kepada orang lain atau mandiri, dari

perhatiannya tertuju hanya untuk diri sendiri menjadi memberi perhatian kepada orang lain.

Sedangkan dalam perkembangan soaialnya, mula-mula seorang anak hanya menaruh

perhatiannya untuk dirinya sendiri. Pada usia SD, ia berangsur angsur menaruh perhatiannya

kepada orang lain. Ia mulai mengikat tali persahabatan dengan teman-teman lain,

mempengaruhi orang lain, dan terus memperluas cakupan persahabatan namun perhatiannya

masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga.

Lambat laun dan selama menjelang pubertas, jalinan persahabatannya dengan teman-

teman sebaya semakin kuat. Pengaruh teman-temannya bahkan dapat lebih kuat dari pengaruh

orang tuanya. Selama masa ini anak mulai krisis identitas. Ia mulai bertanya pada dirinya, “Siapa

saya? Siapa dia?.

Kurikulum sekolah hendaknya membantu masa transisi sosial anak, melepaskan

ketergantungan kepada keluarga dan teman sebayanya untuk menjadi sosk yang mandiri

menuju kedewasaan.

PERKEMBANGAN MORAL

Perkembangan moral mengikuti tahapan tertentu secara runtut, tidak mungkin

melompati salah satu tahap. Adapun tahapnnya adalah sebagai berikut:

1. Prs-konvensional

Pada tingkatan ini anak telah dapat merespon terhadap aturan dan lingkungan akan

tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi  fisiknya berupa hukuman atau ganjaran

dan pujian yang ditentukan oleh yang memegang otoritas

a. Orientasi hukuman dan kepatuhan

b. Orientasi instrumental

Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman akibat fisik baginya yang

menyakitkan atau menyenangkan. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan

kepatuhan.

Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau bagi orang lain. Bahkan kita

berbuat baik agar orang lain berbuat baik pula kepada kita. Berbuat baik merupakan

instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain.

10 Etika Berdo'a

10 Etika Agar Do'a Kita Diterima Allah SWT
a. Pengertian Do'a 
    Do'a berasal dari bahasa arab (دعا - يدعو - دعاء) yang artinya memohon atau mengundang. Adapaun secara istilah Do'a artinya permintaan dari yang bawah ke atas. 
Setiap do'a yang dipanjatkan tentunya ingin agar do'a kita diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah 10 etika agar do'a kita diterima Allah SWT.
1. Waktu
Seseorang yang hendak berdo'a dianjurkan untuk melakukannya pada waktu-waktu yang mustajabah yaitu waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdo'a. Diantara waktu-waktu yang mulia yaitu hari arofah dalam hitungan tahun, bulan romadon dalam hitungan bulan dan hari jum'at dalam hitungan minggu dan waktu sahur dalam hitungan hari.
2. Situasi dan Kondisi
Situasi dan kondisi yang baik untuk berdo'a diantaranya adalah: a. Ketika berkecamuknya perang dalam membela agama Allah, b. Ketika turunnya hujan, c. Ketika selesai melaksanakan sholat wajib, d. Do'a antara adzan dan iqomat e. Ketika dalam keadaan berpuasa. f. Ketika bersujud.
3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Kedua Tangan
Ketika berdo'a hendaklah menghadap ke arah kiblat dan mengangkat kedua tangannya. Perlu diperhatikan bahwa mengangkat kedua tangan yang disyareatkan adalah mengangkat tangan hingga kedua telapak tangnnya sejajar dengan wajahnya dan menutup jari-jari telapak tangan. Kemudian di akhir do'a hendaklah mengusap wajahnya. Adapun perbuatan yang dilarang ketika berdo'a adalah pandangannya menuju ke atas atau ke langit.
4. Merendahkan Suara
Batasan merendahkan suara dalam berdo'a adalah suaranya diantara samar-samar dan keras. Atau dengan kata lain tidak terlalu pelan dan juga tidak terlalu keras.
5. Tidak Attakluf (membebankan diri)
Ketika berdo'a tidak diperkenankan membebankan pembicaraan.
6. Rendah Diri, Khusyu, Roghbah, dan Rohbah
7. Yakin
8. Merengek-Rengek dan Mengulanginya 3 Kali
9. Dibuka dengan Dzikir Kepada Allah
10. Taubat
 (Dinukil dari kita Ianatut Tolibin)